Senin, 19 Januari 2015

Cara membedakan batu mulia akik/asli dan palsu

Kami akan berbagi beberapa tips untuk pelanggan setia JWO Stone n Diamond Surabaya, bagaimana caranya membedakan batu mulia asli dan sintetis/palsu berikut cara-caranya

Batu permata sintetis/palsu beragam bentuk dan modelnya hampir menyerupai, batu permata asli, namun bahannya bisa terbuat dari plastik/kaca, cara menguji berdasarkan pengalaman yang saya tau

  1. jika batu di tempelkan di pipi terasa dingin, insya Allah batu tersebut asli. jika cepat menghangat bagaimana?? Setiap benda yang kita pegang akan berubah terasa hangat karena hantaran suhu badan kita, untuk batu akik jika kita pegang akan terasa lama untuk menjadi hangat, bahkan akan selalu terasa dingin, dan akan cepat mendingin, jika di tempelkan di pipi terasa dingin, dalam hal ini untuk mencobanya pada bagian wajah kita yang peka adalah di antara kelopak mata, alis dan garis hidung. ( untuk jenis batuan chalcedony dan kristal )
  2. Jika di sulut dengan api puntung rokok / di bakar dengan korek api selama kurang lebih 10 detik, maka tidak akan ada perubahan warna gosong atau titik meleleh pada batu, setelah lama di bakar atau di sulut, pada batu alami akan cepat dingin kembali dan pasti akan menghasilkan cairan minyak berwarna coklat jika cairan di usap maka cairan tersebut akan hilang tidak berbekas atau menempel kuat pada batu, jika palsu mesti di oles pakai minyak atau air untuk menghilangkan, bekasnya tidak akan hilang, pada jenis raisin akan terlihat merintis bekas bakar. Tetapi hal ini tidak berlaku pada jenis batu akik jenis batu kapur dan fosil, karena jenis batuan tersebut jelas jenis batuan akik lunak dan jika di bakar pasti hancur dan usang. INGAT... kontensitas api di sini korek / mancis / rokok semua benda batuan terkeras sekalipun, bahkan besi jika di bakar dengan api suhu tinggi dan cukup lama maka akan terbakar dan gosong, uji coba hanya untuk jenis batuan chalcedony dan kristal. Jangan coba uji test ini terhadap batu opal kalimaya, garut kristal, pirus dan batuan permata jenis kering mineral dan tidak tahan panas / ringkih.
  3. berat jenis batu, pada jenis batuan permata alami, akan terasa lebih berat dari pada yang imitasi/ palsu, dan juga tingkat kekerasan batu, jika di goreskan ke kaca maka kaca akan kalah bisa terbelah atau minimal tergores, jika imitasi kebanyakan goresannya tidak sedalam permata asli dan jika di usap kaca kembali utuh, namun test ini tidak berlaku pada jenis batuan imitasi dari kaca (tergantung jenis silikanya), bisa juga dengan  memukulkan batu pada kaca secara perlahan, maka batu permata asli akan mengeluarkan dentingan suara yang lebih nyaring daripada bahan yang terbuat dari kaca atau plastik, namun cara memukulkan pada kaca hampir sulit dilakukan pada jenis batuan imitasi dengan proses pembuatan yang sempurna menyerupai batu asli.  
  4. Lihat serat pada batu dengan cara menerawang dengan bantuan cahaya senter khusus batu dan lup kaca pembesar, jika asli maka akan terlihat serat pada batu seperti retak-retak dan motif alami / serat es garis, jarang sekali ada batuan alami mulus tanpa serat atau motif alami, paling tidak terlihat jenis warna mineral pada batu, itu adalah ciri sendimen batuan alam bumi.
  5. batuan sintetis atau buatan/ imitasi bening seperti kaca tidak terlihat serat2 di dalamnya, dan terdapat gelembung udara seperti botol Bir, ( untuk jenis kristal )
  6. batuan imitasi terasa lebih ringan, untuk batu seukurannya kecuali jenis batuan akik kapur dan fosil kayu
  7. Batuan alami jika di gigit akan terasa kasar seperti pasir, dan kadang terasa sedikit asin dan aroma khas batu karena mineral yang terkandung dalam batu, berbeda dengan batuan buatan atau imitasi tidak berbau atau terasa seperti bahan kimia dan permukaannya halus. hal ini biasa dilakukan oleh beberapa orang yang mengerti batu permata.
  8. Serpihan pecahan batu permata asli jika di beri air maka akan nampak warna batu asli dan jika kering berbeda, berbeda dengan kaca jika di basahi warna tetap tidak berubah
  9. Cara terakhir dengan mengecek ke lab khusus batuan permata.

Cara lama yang kurang praktis dan efisien :

  1. menetesi batu dengan air, kurang bisa di terima karena semakin licin dan kilat hasil gerinda, atau amplas batu, maka semakin licin permukaan pada batu.
  2. dengan cara mengadu batu dengan batu akik lain hingga terlihat percikan api, hal ini tidak bisa berlaku untuk semua jenis batu dengan kadar mineral tertentu, selain itu akan merusak permukaan pada batu
Demikianlah tips memilih batu dari kami semoga bermanfaat, jika ada yang kurang jelas atau ada yang mau di tanyakan anda bisa menghubungi kami di 


031 70830381 / 08813237187 / 085748738677 

Pin BB : 32808796 / 517F2596

Kunjungi alamat kami di : Jl. Gubeng Kertajaya 10 B no 11 Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar